Cara Menanam Padi Yang Baik dan benar

cara menanam padi yang baik dan benar

Padi adalah makanan pokok yang banyak di konsumsi di indonesia. Sebenarnya yang di konsusmi itu bukan padi, tetapi nasi. Nasi adalah beras yang di rebus. Dan beras itu sendiri berasal dari padi yang di kupas.

Untuk menanam padi, anda harus memiliki sawah dan harus berani kotor karena di sawah sangat kotor. Kerja keras dan modal besar harus di keluaran, ya nggak harus besar banget juga.

Saat ini banyak sekali biji padi berkualitas yang di jual di toko-toko pertanian. Kamu dapqt memilih benih yang kamu suka. Pastikan benih tersebut jauh dari tanggal kadaluarsa ya. Selengkapnya, inilah cara menanam padi di sawah.

Persiapan

Sebagai langkah yang pertama, anda harus menyiapkan sawah yang sudah siap di tanam padi. Sawah di bajak terlebih dahulu menggunakan traktor. Kemudian bersihkan rumput-rumputan dan jenis gulma lainnya.

Buatlah tanah menjadi rata atau tidak tergelimbong. Kemudian buat tempat penyemaian benih berupa persegi atau persegi panjang dengan menggunakan tana liat sebai pematang sehingga bentuk dari tempat penyemaian tersebut mirip denfan sawah kecil.

Tempat penyemaian harus bebas dari rumput-rumputan dan jenis gulma. Serta bebaskan juga dari serangan keong. Sebaiknya keong di semprot dulu menggunakan pestisida kepercayaan anda.

Penyemaian

Proses penyemaian di awali dengan merendam benih padi dalam air selama sehari semalam atau 24 jam. Kemudian tiriskan benih dan masukkan kedalam karung. Siram setiap hari sekali hingga benih tumbuh atau berkecambah

Setelah benih berkecambah, langkah selanjutnya adalah menabur benih kedalam tempat penyemaian yang telah kita buat tadi. Dalam proses ini, tempat penyemaian tidak boleh ada air yang menggenang. Hal yang harus di perhatikan adalah pengendalian hama. Hama yang kerap menyerang benih padi yang baru di taburkan adalah keong dan juga burung-burung pemakan biji-bijian.

Namun, hama burung pada saat penyemaian jarang sekali di temui. Hama burung baru akan menyerang ketika pada sudah mulai berbiji.

Penanaman

Setelah biji padi berusia 14 hari atau sudah berukuran panjang lebih dari sejengkal. Padi dapat di cabut dari tempat penyemaian untuk kemudian di tanam di sawah yang telah kita siapkan tadi.

Penanaman ini dapat di lakukan secara manual atau menggunakan mesin tanam padi. Namun, agar penanaman yang rapi kami sarankan menggunakan teknik manual saja. Tetapi, menggunakan teknik manual sangat ribet dan memakan waktu yang sangat lama. Selain itu, anda juga harus mengeluarkan biaya yang lebih mahal jika menggunakan jasa orang lain.

Pemupukan

Setelah padi tumbuh dengan baik. Selanjutnya yang dilakukan adalah pemupukan. Gunakan pupuk urea dan pupuk organik atau jenis pupuk lainnya agar tumbuhan padi anda semakin bagus. Namun, dalam pemupukan air harus selalu tersedia.

Pengendalian Hama, penyakit dan gulma

Jika di temukan hama dan penyakit maka harus segera di atas. Hama yang sering menyerang tumbuhan padi adalah hama wereng, hama ulat, kumbang dan walang. sangit. Sedangkat penyekit sangat jarang terjadi lebih-lebih jika menggunakan benih berlulitas.

Gulma dan jenis rumput harus si bersihkan karena dapat menyerap pupuk, jika pupuk banyak di serap oleh rumput maka tumbuhan padi akan tumbuh lambat dan rumput akan tumbuh lebih cepat.

Panen

Inilah hari yang di tunggu, hari dimana pak tani bergembira. Panen dapat di lakukan apa bila padi sudah berbiji dan berwarna kekuningan. Panen dapat di lakukan secara manual yaitu dengan memotong padi kemudian. Bisa juga menggunakan mesin pemotongan padi yang lebih praktis dan hemat biaya. Namun sayangnya, banyak sekali biji padi yang terbuang jika menggunakan mesin.

Nah, itu beberapa tips atau cara menemam padi dari kami. Jangan lupa bookmark situs kami dan kunjungi lagi di lain waktu ya!

0 Response to "Cara Menanam Padi Yang Baik dan benar"

Posting Komentar